Sabtu, 14 November 2009

templates pusingin aja

catatan si ularbesi

Kunjungan Pak Uned S.


Fuuuuiiihhhh!!!!! capeknya kunjungan kali nie,,
rencana kami mau berangkat jam 5 pagi,persiapan mulai dari mandi jam 4 pagi. eh,, ternyata, bis balai baru dateng jam 6 lewat,sial bener waktu itu. tapi gak apa-apalah walaupun jdwal keberangkatan kam telat, tapi kami sampai tujuan dengan selamat.

kunjungan pertama kami setiba datang di Bandung, kami langsung merapat ke KANTOR PUSAT PT.KA BANDUNG. beuh!! sumpah, gue naksir banget sama kantornya,bangunan tua namun masih terawat dengan baik. kapan yah!! widi bisa gabung sama PT.KA!!! pingin banget jadi anggota dari mereka.

kunjungan kedua kami menuju OC di STASIUN BANDUNG. Disana kami bisa langsung dapat melihat pengaturan perjalanan kereta api secara terpusat.. sumpah widi sallute banget sama mereka. apa gak pusing yah, tiap hari mereka melihat,mencatat,mendata senua perjalanan kereta api seluruh wilayah DAOP2 BANDUNG.. HEBAT!!

kunjungan ketiga kami adalah menuju BPL-ST Bandung. indah bener tempatnya, masih asri, adem, ada rusa lagi. tapi yang gak kalah menariknya banyak pohon buah2an disana, yowis, kesempatan tuh mumpung perut kami lagi lapar, tinggal petik, AAAMM!!!! Uuuueeeenaaak!!! heee...
di BPL-ST kami belajar banyak tentang persinyalan baik yang mekanik maupun otomatik,. hufh,,,, keren dah!!! semoga tempat ini masih bisa berdiri selamanya, guna berbagi ilmu tentang kereta api..

Kunjungan dah selesai, saatnya buat laporanya.. MALAS!!!
thanks yah buat PT.KA yang telah menyambut kami dan membimbing kami kemarin.
JAYA SELALU KERETA API INDONESIA.
catatan si ularbesi

Label:

Minggu, 18 Oktober 2009

substation"LAA KRL"


STANDARD DESAIND SUBSTATION

1. TEGANGAN INPUT ± 10% TEGANGAN NOMINAL.
2. TEGANGAN OUT PUT :
- MAKSIMUM : 1800 V DC
- NOMINAL : 1500 V DC
- MINIMUM : 1100 V DC
3. RELAY PROTECSI – HARUS BERFUNGSI
- SISI AC : 50, 51, 51G, 27,
59, 52
- SISI KONVERSI : 26T, 63,32 SURGE
ARESTER
- SISI DC : 50F, 54, 64P, LBD
CIRCUIT BREAKER HARUS BEROPERASI SECARA ELEKTRIK
EMERGENCI STOP HARUS BERFUNGSI
TEGANGAN CONTROL HARUS TERSEDIA SECARA CONTINIU
URUTAN PENGOPERASIAN HARUS DARI SISI INPUT DAN PEMADAMAN DARI SISI OUTPUT
TEGANGAN OUTPUT DC HARUS RATA TIDAK MENIMBULKAN HARMONISA YANG MENGGANGGU ALAT KOMUNIKASI

Standard Operasi
4.2.1.1 Substation
a. Substation harus dapat mengubah / mengkonversi arus bolak balik (AC) menjadi menjadi arus searah (DC) dari sumber PLN agar bisa digunakan untuk operasional kereta api bertenaga listrik.
b. Substation harus mempunyai daya yang cukup untuk memikul beban sesuai beban yang direncanakan.
c. Substation harus dapat beroperasi dengan fluktuasi tegangan input : ± 10% tegangan nominal.
d. Tegangan output : nominal 1500 V DC, maksimal 1800 V DC dan minimal 1100 V DC
e. Substation harus dilengkapi dengan relay2 proteksi yang dengan segera dapat bekerja jika menerima indikasi/sinyal gangguan untuk segera mengeksekusi / memerintahkan semua circuit breaker untuk menghentikan pengoperasiannya.
f. Tegangan control untuk substation harus tersedia continiu dari main line , auxiliary dan battery
g. Rated Overload : 100% continius , 150% 2 jam , 200% 5 menit , 300% 1 menit
h. Proteksi, interlocking dan control system berfungsi dengan baik.
i. Circuit breaker harus beroperasi secara elektrik.
j. Pengopersian substation harus berurutan dari incoming ke outgoing dan sebaliknya jika memadamkan.
k. Tersedia fasilitas emergency stop.
l. Material yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi tehnik yang disyaratkan

Remote Supervisory Control
a. Remote Supervisory Control Master (RSCM) harus dapat mengolah data input dari remote supervisory control lokal dan memberikan indikasi-indikasi yang terjadi serta memerintah ke RSC Lokal untuk melakukan perintah-perintah pemutusan / pemasukan ke circuit-circuit breaker pada substation dan sinyal cabin /hut
b. Harus dapat memantau dan mengendalikan circuit breaker di substation
c. Harus dapat memonitor peralatan substation sesuai indikasi yang muncul
d. Harus dilengkapi dengan emergency stop dalam hal terjadi gangguan besar.
e. Harus tersedia tegangan control yang continiu dan back up batery selama 5 jam

Jaringan Aliran Atas

a. Jaringan Aliran Atas harus dapat menyalurkan daya yang dihasilkan oleh substation dan merupakan jaringan over head ( jaringan atas )
b. Jaringan Aliran Atas harus mampu menyuplai daya listrik secara kontinyu sesuai kapasitas daya yang dibutuhkan
c. Jaringan Aliran Atas sebagai jaringan terbuka harus dilindungi dari gangguan petir / surge voltage.
d. Jaringan Aliran Atas harus terpasang sesuai dengan ketinggian , deviasi dan gradient yang disyaratkan
e. Jaringan Aliran Atas harus terpasang bebas dari bangunan / kontruksi / benda2 sesuai ruang bebas listrik.
f. Jaringan Aliran Atas harus mempunyai penggal2 section guna pengamanan / pemeliharaan.
g. Jaringan Aliran Atas harus terpasang dengan kokoh pada lintasan yang dielektrifikasi dan mampu menahan tekanan pantograph kereta listrik

Power Distribution
a. Power distribusi harus dapat menyalurkan daya listrik yang bertegangan 6 kV AC dari substation yang dilengkapi transfomer distribusi untuk menurunkan tegangan dari 6 kV AC menjadi 380/220 V AC untuk keperluan persinyalan , telekomunikasi dan alat pendukung lain.
b. Urutan phase tidak boleh terbalik dan terinterupsi
c. Power Distribusi harus dilengkapi dengan relay2 proteksi yang dengan segera dapat bekerja mengeksekusi / memerintahkan circuit breaker-circuit breaker untuk menghentikan pengoperasiannya
d. Harus mampu secara kontinyu menyalurkan daya listrik
e. Deviasi tegangan 6 k V AC ± 5 %

Label:

Asumsi Perhitungan Kapasitas Substation

Asumsi Perhitungan Kapasitas Substation
A. Perhitungan Kapasitas Daya Substation
Rumus dikutip dari buku terbitan JICA , dengan pendekatan empiris sehingga diperoleh :

Beban maksimum satu jam

Y = C x D x ( 60/H ) x N x P x ( W/1000 ) ( Kw )

Dimana :
Y = Beban maksimum satu jam
C = Susunan rangkaian ( set )
D = Jarak pengisian gardu listrik ( km )
H = Head Way ( menit )
N = 2 ( double track ), 1 ( single track )
P = Rasio konsumsi kereta ( Kwh/1000 ton km )
W = berat total KRL + Penumpang (kap. 20%)
 = Rasio pembagian arus, akan dipakai 0,1 – 0,2
lm = Arus maksimum KRL (ampere)
Z1 = Kapasitas daya berdasarkan headway (KW)
Z2 = Kapasitas daya berdasarkan beban arus maksimum
Cm = Faktor elektrifikasi

Zn = Z1/2,5 jika Z1>Z2
Zn = Z2/2,5 jika Z2?Z1

Z1 = Y + Cm √ Y (KW)
Z2 = 1,5 KV x 2 lm (1-)
Cm = 1,7 x √ lm

Data operasi KRL yang diperoleh dan digunakan untuk perhitungan :
• Susunan rangkaian : 2 set KRL
• Head way : 5 , 6 ,10

• Jenis track : double track (2)
• Rasio konsumsi : 50 kWh/1000 ton-km
• Berat KRL + penumpang : 210 ton/set (1 set = 4 gerbong)

B. Perhitungan Tegangan Jatuh (Drop Voltage)
Secara umum perhitungan drop tegangan dilakukan sebagai berikut :



Apabila Hambatan dalam Gardu 1 = Hambatan dalam Gardu 2 -> Rin1 = Rin2 , sehingga titik keseimbangan (b) selalu titik tengah antara Gardu 1 dengan Gardu 2

Hambatan dalam ekivalen Substation ( rectifier dan transformer ) bergantung kepada besar kapasitasnya :

Rin =

Dengan : V dc noload = 1620 V
V dc rated = 1500 V
Kap substation= Kapasitas gardu dalam Watt

Jadi apabila hambatan dengan gardu tidak sama, titik keseimbangan (b) tidaj pada titik tengah antara Gardu1 dengan Gardu2, tetapi pada posisi dimana hambatan total kearah Gardu1 sama dengan hambatan total kea rah Gardu2.
Berdasarkan Tabel (dari buku) :
Feeder Contact/Trolley Rail(rasio kebocoran tanah 30%)
Cu 200 mm2 0.0920 Ω Cu 100 mm2 0.1592 Ω 50 kg/m 0.0119 Ω
Cu 325 mm2 0.0560 Ω Cu 170 mm2 0.1040 Ω 60 kg/m 0.0098 Ω
Diambil estimasi :
• R feeder (Cu 300 mm2) : 0.0632Ω
• R messenger (St 90 mm2) : 1.653 Ω
• R trolley (Cu 110 mm2) : 0.1513 Ω
• R rail (54 kg/m) : 0.0111 Ω
• R ohc : 0.04341 Ω

C. Daerah Tegangan Kerja KRL
KRL Jabotedabek bekerja pada range tegangan 1000 – 1800 Vdc

D. Menghitung Kapasitas Rectifier
Kapasitas rectifier diambil dari nilai antara beban puncak atau beban maksimum. Untuk kapasitas rectifier eksisting, besarnya bergantung pada kapasitas trafo dan sambung daya PLN

E. Arus maksimum KRL
Diambil pada kasus terberat, yaitu pada saat start (2000 A untuk 2 set KRL)

Label:

Sabtu, 17 Oktober 2009

tentang catatan si ular besi


Catatan si ular besi merupakan suatu gagasan ide dari sebuah komunitas jurusan D3 perkeretaapian yang terdiri dari mhasiswa/taruna dan tenaga pengajar yang bermarkas di STTD(sekolah tinggi transportasi darat) milik dari BADAN DIKLAT PERHUBUNGAN. catatan ini berkutat tentang info kereta api baik dalam maupun luar negeri.

Tujuan dari catatan ini semoga dapat memberikan ilmu atau tempat berbagi cerita/info yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa,dosen dan umumnya yang mencintai perkeretaapian.

Label: